Survey Brand Politika Rahmad Masud Masih Unggul, Kestabilan Harga Sembako Isu Tertinggi


BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Hasil survey Brand Politika terhadap opini publik masyarakat Balikpapan terhadap kepemimpinan Walikota Balikpapan Rahmad Masud banyak permasalahan yang harus diselesaikan seperti permasalahan ekonomi, permasalahan lingkungan dan pembangunan yang dianggap masih tinggi di kota Balikpapan. Adapun hasil survey yang diambil di 6 kecamatan dengan 500 responden (margin of error sebesar 4,38 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen) serta mengumpulkan data dari tanggal 17 – 24 Juli 2022 dengan metode penarikan sampel adalah multistage random sampling.


Menurut Direktur Eksekutif Brand Politika – Eko Satiya Hushada, pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang sembilan program Walikota Rahmad Masud masih tergolong rendah sebesar 39,8 persen. Program yang diketahui masyarakat BPJS Gratis untuk kelas tiga, baju seragam gratis dan uang SPP gratis.


“Dari sembilan program prioritas yang paling dikeluhkan masyarakat yakni penanganan banjir, menghidupkan perekonomian masyarakat melalui bantuan modal usaha UMKM dan perhatian pendidikan dalam hal meningkatkan kualitas guru dan kualitas proses belajar mengajar,” kata Direktur Eksekutif Brand Politika – Eko Satiya Hushada dalam rilis temuan survei kota Balikpapan yang membahas lapangan kerja Highlight Balikpapan siap ?. Kegiatan berlangsung di ballroom hotel whiz prime, yang dihadiri Analis Kebijakan Publik Rocky Gerung dan Ketua Apindo Kaltim – Slamet broto Siswoyo,Kamis (18/8/2022).


Eko menjelaskan, masalah mendesak secara umum hasil survey di 6 kecamatan diantaranya kestabilan harga sembako berada di nomer 1 dengan survey 23,8 persen, di susul permasalahan banjir 18, 2 persen dan lapangan pekerjaan di urutan ketiga dengan 12 persen. Sedangkan di urutan keempat perekonomian masyarakat di angka 12 persen.


“Sejak Walikota Balikpapan memimpin 31 Mei 2021, untuk perekonomian masyarakat masyarakat yang sangat puas 47,2 persen dan sangat tidak puas 52,0 persen dan tidak menjawab 1,8 persen. Untuk lapangan pekerjaan sangat puas 43,2 persen, sangat tidak puas 55,0 persen dan tidak menjawab 1,8 persen. Begitu Juga kestabilan harga sembako sangat puas 19,2 persen, sangat tidak puas 79,4 persen dan tidak menjawab 1,4 persen,” tegasnya.


Lanjut Eko, untuk tingkat kepuasan terhadap kinerja Walikota Balikpapan terhadap penegakan hukum sangat puas 76,2 persen, sangat tidak puas 18,6 persen dan tidak menjawab 5,2 persen. Untuk pembangunan perbaikan jalan dan jembatan sangat puas 64,4 persen , sangat tidak puas 34,4 persen dan tidak menjawab 1,2 persen. Sedangkan transportasi umum sangat puas 73,0 persen, sangat tidak puas 23,8 persen dan tidak menjawab 3,2 persen.


Untuk program yang dirasakan grats iuran BPJS Kesehatan kelas 3 sudah dirasakan manfaatnya 71,9 persen, belum dirasakan manfaat 26,6 persen dan tidak menjawab 1,5 persen. Subsidi uang SPP bagi siswa setingkat SD-SMA dirasakan manfaatnya 37.7 persen, belum dirasakan manfaatnya 57,3 persen, tidak menjawab 5,0 persen. Sedangkan untuk bantuan sekolah SD dan SMP kelas 6 SD dan 1 SMP sudah dirasakan manfaatnya 22,1 persen,belum dirasakan manfaatnya 70,9 persen dan tidak menjawab 7,0 persen.


“Untuk prioritas Walikota yang harus dilaksanakan seperti memudahkan masyarakat mendapatkan air bersih dan berdasarkan survei harus dilaksanakan 88,6 persen, bukan prioritas 9,8 persen tidak menjawab 1,6 persen. Penanganan banjir harus dilaksanakan 94,0 persen, bukan prioritas 5,0 persen dan tidak menjawab 1,0 persen. Begitu juga mewujudkan kota layak anak , layak difabel, lansia , kota sehat dan bebas narkoba harus dilaksanakan 84,8 persen, bukan prioritas 13,4 persen dan tidak menjawab 2,2 persen,” tegasnya.


Eko menambahkan, berdasarkan popularitas dan elektabilitas nama Walikota dan Wakil Walikota yang dikenal masyarakat (Pengenalan diatas 50 %) diantaranya Rahmad Masud (97,0 persen), Heru Bambang (69,6 persen), Andi Burhanuddin Solong (67 persen) , Ahmad Basir (51,6 persen) dan Irjen Pol Safaruddin (51,4 persen). (*/db)


sumber:



0 views0 comments