MANAJEMEN MEDIA DAN
MONITORING

Kami ahli media yang mengantongi sertifikasi kompetensi wartawan dari Dewan Pers. Tim kami adalah wartawan-wartawan senior yang pernah mengabdi di sejumlah media besar nasional. 

Creative Working

Manajemen Isu dan Media

Salah satu kekuatan Brand Politika adalah di bidang media. Karena timnya dominan berlatar belakang wartawan yang telah lulus uji kompetensi wartawan (UKW) oleh Dewan Pers. Sehingga Brand Politika matang dan menguasai bidang media. Tim Brand Politika punya pengalaman membangun media dari awal hingga menjadi media besar nasional.

Selain menguasai bidang media, Brand Politika memiliki hubungan baik dengan media-media nasional maupun sejumlah media lokal. Ini menjadi modal penting dalam kerja-kerja manajemen isu dan media. 

Manajemen isu dan manajemen media dimaksud, tentu dalam rangka kepentingan klien, antara lain mencakup;

  1. Membangun hubungan baik dengan media (media relations).

  2. Merancang dan melaksanakan strategi media.

  3. Manajemen isu untuk merebut dan memenangkan opini publik.

  4. Melaksanakan jumpa pers yang efektif agar tepat sasaran.

  5. Merancang materi media.

  6. Merancang dan melaksanakan manajemen krisis.

  7. Mengelola media internal dan eksternal.

  8. Aktif memberi masukan kepada klien soal isu-isu terkini di media terkait kepentingan klien.

  9. Memberi pelatihan-pelatihan  kepada klien terkait strategi media.

  10. Membangun media untuk kepentingan klien. 

Monitoring Media 

Melakukan monitoring terhadap media cetak dan media online terkait klien dan hal penting lainnya sesuai kebutuhan klien. Monitoring dilakukan terhadap berita, untuk kemudian mengukur nilai  berita.

Nilai berita diukur dari media apa yang memuat berita, posisi berita di halaman, hingga materi berita. 

Monitoring media online menggunakan aplikasi monitoring yang terhubung ke internet, dengan menginput kata kunci tertentu untuk mendeteksi atau melacak berita media online yang memuat kata kunci dimaksud. 

Berita langsung terinput ke sistem, lengkap dengan sejumlah laporan sebagai alat ukur. Monitoring media online dilakukan secara real time, 24 jam setiap hari.  

Laporan monitoring diberikan kepada klien setiap hari di pagi hari, sehingga dapat dijadikan rujukan dalam mengambil kebijakan atau strategi harian. 

beberapa item laporan, antara lain;

  1. Daftar berita, nilai dan efek berita.

  2. Social Media Reach (SMR), yakni jangkauan sebuah berita jika diposting di media sosial.

  3. Positif negatif setiap berita.

  4. Rekomendasi berupa strategi media, strategi manajemen isu, strategi  manajemen krisis (jika terjadi krisis) serta materi wawancara jika dilakukan jumpa pers ataupun door stop. 

Monitoring Media Sosial

Sama halnya dengan monitoring media online, monitoring media sosial dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang terhubung ke internet. Secara real time, dapat melihat siapa saja netizen yang memposting kalimat, foto maupun video terkait kata kunci yang diinput di sistem monitoring. 

Secara otomatis, postingan yang 'tertangkap' (collected) sistem akan mengukur sejumlah hal, sehingga klien dapat mengambil langkah strategis jika sebuah pesan yang diposting di media sosial berefek negatif. 

Laporan monitoring media sosial disampaikan kepada klien setiap hari di pagi hari, yang menjadi satu kesatuan dengan laporan monitoring media cetak dan media online. Laporan tambahan akan diberikan tentatif jika ditemukan postingan yang perlu ditindaklanjuti sesegera mungkin. 

Beberapa item laporan monitoring media sosial antara lain mencakup;

  1. Materi pembicaraan atau postingan netizen.

  2. Social Media Reach (SMR), yakni jangkauan sebuah postingan terhadap akun lainnya. SMR ditentukan oleh jumlah follower sebuah akun. 

  3. Positif negatif masing-masing materi postingan.

  4. Akun paling aktif (akun yang paling banyak memposting terkait klien).

  5. Akun paling berpengaruh (akun ber-follower banyak).

  6. Rekomendasi berupa strategi memenangkan opini publik, manajemen isu hingga strategi  manajemen krisis. 

monitoring-2.jpg
Tape

Salah satu laporan monitoring media, mendata isu menonjol terkait klien, kemudian menganalisa dan memberi rekomendasi.

manajemen krisis.png

MANAJEMEN KRISIS adalah proses yang membahas organisasi dengan sebuah peristiwa besar yang mengancam dan merugikan organisasi, Pemangku kepentingan, atau masyarakat umum. Ada tiga elemen yang paling umum untuk mendefinisikan krisis: ancaman bagi organisasi, unsur kejutan, dan keputusan waktu singkat.

Tube Microphone in Studio

Monitoring media sosial dapat mengetahui, akun media sosial mana yang paling banyak membicarakan klien, serta akun sosial yang paling berpengaruh

monitoring-1.jpg
MEDIA MONITORING-15.jpg