Mempersiapkan Anies-Sandi 2024

Updated: Dec 4, 2021

Catatan Eko Satiya Hushada*

KEMBALI BERSAMA - Anies Baswedan dan Sandiaga S Uno


Pemilihan Presiden (Pilpres) memang masih lama untuk ukuran kalender. Perlu tiga cetakan lagi. Tapi untuk kerja-kerja politik, 2024 itu sudah di depan mata. Kasak-kusuk, bongkar pasang pasangan calon hingga peluang koalisi parpol sedang berlangsung. Apalagi petahana khususnya Joko Widodo, bakal tak maju lagi karena sudah dua periode. Tentu membuka peluang bagi para tokoh untuk nyapres atau dicapreskan.

Nama-nama yang muncul sejauh ini ya masih seputar Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Airlangga Hartarto. Sedangkan di cawapres, muncul nama Sandiaga S Uno, Puan Maharani dan Agus Yudhoyono. Masih ada beberapa nama figur lainnya sesuai hasil survei sejumlah lembaga, tapi persentase popularitas dan elektabilitasnya terlalu kecil.

Sejauh ini, bisa dibilang, baru Prabowo-Puan yang digadang-gadang menjadi pasangan calon, dan aman untuk urusan perahu. Bahkan tanpa Gerindra sekalipun, PDIP bisa mengusung calon karena terpenuhinya presidential threshold. Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyebutkan, parpol atau gabungan parpol yang bisa mencalonkan adalah yang meraih kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR RI, atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR RI sebelumnya.

Dengan demikian, Prabowo-Puan sudah di atas angin untuk pencalonan Pilpres 2024 nanti. Sedangkan figur lainnya, masih harus menunggu kabar baik dari gabungan parpol. Inilah yang sedang digarap saat ini, baik oleh orang dekat mereka yang ingin nyapres, parpol, hingga mereka pemain politik yang tak ingin kehilangan momen di 2024 nanti.

Selain Prabowo-Puan, dua nama cukup ‘menggoda’ untuk diusung sebagai calon presiden, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Namun, keduanya punya batu sandungan dalam soal partai pengusung. Ganjar yang kader PDIP itu, masih harus meyakinkan bahwa ia yang layak diusung ketimbang Puan. Karena di atas kertas, Puan tentu punya peluang yang lebih besar untuk dicalonkan oleh partainya, PDI Perjuangan. Maklum, Puan anak ketua umum PDIP, Megawati, trah soekarno. Sementara Ganjar yang elektabilitasnya di atas Puan, sebatas kader partai.

Namun, saya yakin, Megawati tetaplah menjunjung tinggi urusan popularitas dan elektabilitas dalam menentukan calon. Partai pemenang pemilu itu tentu tak ingin gigit jari karena kalah di Pilpres 2024 nanti. Kader yang berpeluang besar, tentu tetap akan menjadi pilihan. Soal Puan, bisa dikesampingkan.

Lantas, bagaimana dengan Anies Baswedan? Peluang untuk merebu